Jam layanan: 07:30-15.00 (Senin-Kamis) dan 7:30-15:30 (Jumat)
  • Home
  • Prosiding
  • Abstrak Inventarisasi Alat Tangkap Ikan Di Sungai Kampar Propinsi Riau

Abstrak Inventarisasi Alat Tangkap Ikan di Sungai Kampar Propinsi Riau

Chapter 2011 with 182 download times

Authors

,Marson,Arif Wibowo,Dwi Atminarso,

Ikan belida merupakan anggota falmili Notopteridae(Kottelat et al. 1993; 1997) yang memiliki nilai ekonomis dan budaya. Ikan ini sangat digemari karena memiliki rasa daging yang leza dan khas terutama karena kandungan lemaknya yang tinggi (Sunarno 2002), juga kandungan protein dan vitamin A yang tinggi (Mno 2005), hal ini menempekan ikan belida sebagai makanan yang ekslisuf dengan harga yang relatif mahal (harga per kg ikan belida Rp. 50.000). Wilayah penyebaran ikan belida di Indonesia berada di Sumatera, Jawa dan Kalimantan (Paparan Sunda) (Kottelat et al. 1993; 1997). Produksi tahunan ikan belida di Indonesia terus mengalami penurunan, yaitu; 8.000 ton (1991), 5.000 ton (1995) dan 3.000 ton (1998) (Ditjen) perikanan 2000). Salah satu sungai utama di pulau sumatera yang produksi tahunan ikan belida relatif besar dan populasinya semakin menurun adalah sungai kampar (Diskanlut 2008). Penurunan populasi ikan belida di sungai kampar disebabkan oleh degradasi lingkungan dan penangkapan berlebih. Penelitian bertujuan mmendeterminasi jenis-jenis alat tangkap ikan belida di sungai kampar Prov. Riau, sebagai salah satu langkah awal upaya pengelolaan ikan belaida dari aspek penagkapandi masa depan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jenis-jenis alat tangkap yang digunakan untuk mengkap ikan belida adalah paancing, lukah, teban, empang arat, jaring insang dan langian/peap atau serok. Alat tangkap yang paling produktif untuk mengakap ikan belida adalah lukah dan teban karena ikan belida cenderung lebih sering berada didasar perairan.

Katakunci : Ikan Belida, alat tangkap, sungai kampar