Jam layanan: 07:30-15.00 (Senin-Kamis) dan 7:30-15:30 (Jumat)
  • Home
  • Si Manja Lusi Menjadi Inovasi Daerah Yang Diusung Penyuluh Perikanan Satminkal Brppupp Wilayah Kota Bengkulu

Si Manja Lusi Menjadi Inovasi Daerah Yang Diusung Penyuluh Perikanan Satminkal BRPPUPP Wilayah Kota Bengkulu

Sejak harga BBM mulai naik pada awal bulan September 2022, semua lini masyarakat mengalami dampak akibat kenaikannya termasuk nelayan. Pasalnya 80 persen bahan pokok melaut nelayan adalah BBM. Padahal, para nelayan sudah lama berjuang dikarenakan menurunnya hasil tangkapan ikan akibat kerusakan lingkungan dan perubahan iklim yang ekstrim.

Keadaan sepinya tangkapan ikan yang di alami KUB Karang Samudera binaan Penyuluh Perikanan Satminkal BRPPUPP wilayah Kota Bengkulu membuat Penyuluh Perikanan bergerak dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Nelayan berkonsultasi dan berharap agar dapat memanfaatkan kapal mereka dan tetap menjadi produktif.

Berangkat dari keresahan yang dialami para nelayan, akhirnya terbentuklah konsep Si ManJa Lusi dengan akronim Sepi Ikan, Mangrove Jadi Solusi. Konsep tersebut kemudian dilombakan dan menjadi inovasi tingkat daerah. Diketahui, Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berada di pulau Sumatra yang menghadap Samudera Hindia. Selain terkenal dengan keindahan pantainya, Kota Bengkulu juga memiliki berbagai keindahan lainnya seperti ekosistem hutan mangrove. Dengan mengubah fungsi kapal tangkapan ikan menjadi kapal wisata mangrove dapat menjadi solusi bagi para nelayan, terutama ketika hasil tangkapan ikan sedang menurun atau sepi.

Kegiatan berkeliling pada kawasan ekosistem mangrove ini sendiri awalnya hanya dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan di hari libur nasional, pengunjung yang datang dan ingin mencoba wisata mangrove, semakin ramai. Hal ini tentunya menjadi peluang usaha serta dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan  pendapatan para nelayan.

Biaya untuk satu kali putaran mengelilingi hutan mangrove dikenakan hanya sebesar Rp.200.000. Selain dimanjakan dengan keindahan hutan mangrove, pengunjung juga dapat mempelajari berbagai jenis mangrove yang tumbuh di Kota Bengkulu, menghampiri tempat wisata lainnya seperti Kolam Pulau Baai serta mengenalkan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.

 

Sumber : Tarzan Zani, S.St.Pi

Naskah dan Admin : Suwinda Pratama, S.St.Pi

Editor : Rully Ismanto, S.Si