Jam layanan: 07:30-15.00 (Senin-Kamis) dan 7:30-15:30 (Jumat)
  • Home
  • Success Stories Binaan Penyuluh Perikanan Satminkal Brppupp Palembang Wilayah Kabupaten Tulang Bawang, Lampung

Success Stories Binaan Penyuluh Perikanan Satminkal BRPPUPP Palembang Wilayah Kabupaten Tulang Bawang, Lampung

Bapak Wahyudi merupakan salah satu warga dan pembudidaya ikan lele di Kampung Suka Makmur, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Awalnya, beliau adalah seorang petani penderes/penyadap karet yang awam pengetahuan tentang kegiatan budidaya ikan, akan tetapi memiliki ketertarikan pada usaha tersebut. Dengan penyuluhan rutin yang diberikan oleh Fridudin, S.Pi selaku Penyuluh Perikanan setempat, Pak Wahyudi mendapat pengetahuan lebih bahwa budidaya ikan bisa menjadi alternatif tambahan penghasilan untuk mendongkrak perekonomian keluarga.

Pada tahun 2022, Pak Wahyudi mulai menunjukkan eksistensinya. Semula pada tahun 2019 Pak Wahyudi hanya memiliki 2 petak kolam dengan ukuran 4x6 m2 saja hingga sekarang sudah memiliki 8 petak kolam dengan padat tebar per kolam mencapai 3.000 ekor. Pak Wahyudi menyampaikan bahwa pendampingan intens yang diberikan berupa bimbingan teknis budidaya ikan, bimbingan terkait fasilitasi permodalan serta akses pasar dari Penyuluh Perikanan sangatlah membantu untuk tetap bertahan ditengah banyaknya masalah yang dihadapi para pembudidaya ikan. 

Pak Wahyudi juga menyampaikan bahwa pembukuan usaha tak luput dari pantauan Penyuluh Perikanan. Fridudin, S.Pi menjelaskan bahwa pembukuan terkait uang yang dipakai untuk usaha budidaya ikan idealnya haruslah terpisah dengan uang kebutuhan dapur lainnya. Hal ini merupakan kunci dasar dalam melakukan evaluasi dan penerapan strategi dalam melakukan usaha. Bila tidak terdata dengan baik, dikhawatirkan pembudidaya ikan tidak dapat mengetahui apakah usaha budidaya ikan yang telah dilakukan memperoleh untung atau bahkan mengalami rugi.

Fridudin, S.Pi mengatakan bahwa tantangan Penyuluh Perikanan dalam melakukan pembinaan yaitu kedisiplinan dari pembudidaya ikan itu sendiri. Apabila pembudidaya ikan mau dan mampu mengikuti instruksi ataupun masukan dari Penyuluh Perikanan maka pembudidaya ikan dapat meminimalisir resiko kerugian atau masalah yang sedang dihadapi dapat teratasi. Sebaliknya, apabila abai maka pembudidaya ikan harus siap dengan konsekuensi besar yang akan dialami.

Diakui Fridudin, S.Pi bahwa tidak semua masalah dapat teratasi oleh Penyuluh Perikanan. Kendala seperti akses pasar dalam menampung hasil produksi ikan dari para pembudidaya ikan di Kabupaten Tulang Bawang masih dikeluhkan. Tidak banyak pengepul mampu menampung banyak ikan dan harga jual yang ditawarkan juga beragam, tidak selamanya tinggi. Solusi yang diberikan kepada para pembudidaya ikan yaitu tetap menjaga stok produksi ikan agar tidak berlebih sehingga bisa dipasarkan dengan harga jual yang cukup stabil sehingga tidak merugikan para pembudidaya ikan.

 

Sumber : Fridudin, S.Pi
Admin dan Naskah : Suwinda Pratama, S.St.Pi
Editor : Rully Ismanto, S.Si