Jam layanan: 07:30-13.30 (Senin-Kamis) dan 7:30-14:00 (Jumat)
  • Home
  • Rencana Sinergitas Dengan Balai Riset Budidaya Ikan Hias (brbih) Terkait Pengelolaan Lahan Gambut

Rencana Sinergitas dengan Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) terkait Pengelolaan Lahan Gambut

Gambut adalah lahan basah yang terbentuk dari timbunan materi organik yang berasal dari sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut, dan jasad hewan yang membusuk. Timbunan tersebut menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal. Peta sebaran lahan gambut di Indonesia yang paling mutakhir secara spasial digambarkan dalam bentuk Atlas Peta Lahan Gambut Indonesia, Skala 1 : 250.000 (Ritung et al., 2011). Luas gambut di Sumatera, Kalimantan, dan Papua adalah 14,9 juta ha. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang dikemukakan Soepraptohardjo dan Diessen (1976) yang menyatakan bahwa luas lahan gambut di Indonesia diperkirakan sekitar 17 juta ha.Berdasarkan pulau, lahan gambut paling luas terdapat di Sumatera seluas 6.436.649 ha atau 43,18% dari luas lahan gambut di Indonesia. Meskipun dari segi luas, lahan gambut mempunyai potensi yang besar, akan tetapi produktivitas lahan ini masih tergolong rendah (Las et al. 2012; Suriadikarta 2012; Masganti 2013).

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang sebagai lembaga riset yang mempunyai tusi dalam melakukan riset di perairan darat sangat peduli dalam pengelolaan lahan gambut. Salah satu wujud rencana pengelolaan lahan gambut tersebut adalah melakukan rencana sinergitas dengan Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok. Ikan hias lahan gambut merupakan komoditas yang mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan.

Dalam kunjungannya ke BRBIH pada tanggal 15 Maret 2021, Kepala BRPPUPP Dr. Arif Wibowo, S.P., M.Si. menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus dalam rencana kerja sama nantinya :

  1. Peningkatan ekonomi masyarakat sekitar lahan gambut melalui budidaya ikan hias
  2. Pelatihan penyuluh perikanan yang berada di bawah satminkal BRPPUPP dalam penggunaan pakan mandiri berbasis magot
  3. Kerja sama riset dalam pendataan ikan hias air tawar

Hadir juga dalam kunjungan tersebut Sub Koordinator Tata Operasional Rezki Antoni S., S.Kel. dan Penyuluh Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara Andika Rahman.

Dr. Aidil Ardhi selaku Kepala BRBIH Depok sangat mengapresiasi rencana sinergitas dengan BRPPUPP Palembang. Beberapa hal yang menjadi perhatian Kepala BRBIH dalam pengelolaan ikan hias terutama untuk ekosistem lahan gambut antara lain adalah kesulitan dalam mencari indukan dan data lingkungan yang cocok untuk ikan hias, karena informasi tersebut sangat berguna dalam domestikasi ikan hias.

Terkait dengan rencana kerja sama dalam hal magot, BRBIH yang sekarang ditetapkan sebagai Magot Inovation Center (MCI) sangat mendukung penggunaan media solid sawit dalam pengembangan magot, dan berharap semoga magot ini dapat membantu masyarakat perikanan dalam pembuatan pakan alternatif.