Jam layanan: 07:30-13.30 (Senin-Kamis) dan 7:30-14:00 (Jumat)
  • Home
  • Charles Sturt University Dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum Dan Penyuluhan Perikanan Mengadakan Virtual Training Research Assistant

Charles Sturt University dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan mengadakan virtual Training Research Assistant

Migrasi ikan adalah siklus terpenting ikan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya seperti memijah dan mencari makan. Terganggunya migrasi ikan akan mengakibatkan terancamnya siklus hidup ikan sehingga berdampak pada penurunan biodiversitas ikan di sungai.

Terdapat berbagai penghambat migrasi ikan baik berupa penghalang alami maupun penghalang antropogenik seperti adanya bangunan air yaitu bendung/bendungan. Berdasarkan data PUPR tahun 2019, diketahui sebanyak 3.530 bendung/bendungan yang telah terbangun di Indonesia, dan akan terus dilakukan pembangunan sebanyak 65 bendung/bendungan selama periode 2019-2024.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Prof. Lee Baumgartner dari Charles Sturt University, diketahui bahwa kurang dari 60% sungai di dunia yang mengalir tanpa hambatan. Untuk memfasilitasi ikan bermigrasi melewati bangunan air, diperlukan tangga ikan agar siklus migrasi ikan tidak terganggu.

Bendung Perjaya, merupakan prasarana daerah irigasi komering yang berada di Desa Perjaya, Kabupaten Oku Timur, Provinsi  Sumatera Selatan yang telah memiliki fasilitas tangga ikan. Namun, perlu dilakukan berbagai kajian untuk melihat efektifitas dari keberadaan tangga ikan tersebut serta melihat perubahan komunitas dan biodiversitas ikan semenjak Bendung Perjaya dibangun.

Dalam upaya menjaga biodiversitas sungai, BRPPUPP bersama Charles Sturt University menyelenggarakan virtual Training Research Assistant terkait penyiapan kajian penelitian sosial ekonomi dan pengaruh tangga ikan terhadap biodiversitas ikan yang akan di lakukan pada Bendung Perjaya.

Training berlangsung selama tiga hari yaitu pada tanggal 22 s.d 24 Februari 2021, bertempat di Aula Ondara BRPPUPP dan berlangsung secara virtual. Pelatihan dibuka oleh Kepala BRPPUPP sekaligus Chief SEAFDEC/IFRDMD yaitu Dr. Arif Wibowo, S.P., M.Si kemudian diisi oleh Dr. Jennifer Bond dari Charles Sturt University dan Dwi Atminarso, S.Pi yang merupakan peneliti BRPPUPP dan sedang menjalankan program doctoral di CSU. Selain itu, peneliti Dian Pamularsih Anggraeni, S.T., M.Si menyampaikan materi etika kerja dan sikap profesional dalam bekerja, kemudian dilanjutkan pemateri Yoga Candra Ditya, SP., M.Si dan Nana Dahlia, S.Pd,  M.Sc menyampaikan materi kemampuan berkomunikasi dan koordinasi tim riset, serta pemateri Habibie, SE menyampaikan terkait laporan keuangan yang perlu diselesaikan di lapangan.

Dalam sesi hands-on practice, peserta diajarkan terkait bagaimana mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan, format kuesioner yang harus diisi dan titik lokasi sampling.

Kegiatan ini terselenggara melalui financial support dari Australian Water Partnership (AWP) dan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada 8 orang peserta pelatihan untuk membantu proses pengumpulan data penelitian di lapangan yang terdiri atas mahasiswa dan fresh graduate.

Adapun outcome training yang akan dicapai meliputi pemahaman tentang etika penelitian manusia saat melakukan penelitian sosial, pemahaman tentang kuesioner survei, bagaimana melakukan survei kuesioner ilmu sosial, serta latihan menginterview responden.

Diakhir sesi virtual Training Research Assistant, penutupan acara dilakukan oleh Dr. Toshiya Suzuki selaku Deputy Chief SEAFDEC/IFRDMD. Beliau menyampaikan ucapan selamat bagi Research Assistant yang terpilih serta ungkapan semangat untuk kandidat yang segera turun ke lapangan.