Jam layanan: 07:30-13.30 (Senin-Kamis) dan 7:30-14:00 (Jumat)
  • Home
  • Bernilai Ekonomi Tinggi, Ini Upaya Pemerintah Agar Sidat Tak Masuk Red List Cites

Bernilai Ekonomi Tinggi, Ini Upaya Pemerintah Agar Sidat Tak Masuk Red List CITES

TRIBUNSUMSEL.COM-Di tengah pelarangan perdagangan spesis sidat di Amerika dan Eropa membuat pemerintah Indonesia melakukan berbagai tindakan agar spesis sidat di Indonesia tidak masuk dalam kategori hewan yang terancam punah.

Spesis sidat di Amerika dan Eropa masuk masuk dalam daftar Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Cites merupakan suatu konvensi yang mengatur perdagangan internasional dan sebagai media media konservasi terhadap flora dan fauna yang terancam punah, salah satu yang menjadi sorotan adalah eksistensi sidat.

Spesis sidat yang hidup di Amerika dan Eropa sudah masuk dalam daftar redlist CITES. Sehingga apapun aktivitas jual-beli sidat di Amerika dan Eropa adalah tindakan melanggar hukum.

Hal ini dijelaskan Kim Fredman, Senior Fishery Resources Officer Marine and Inland Fisheries Branch dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), menyebut perdagangan spesis sidat yang ada di Amerika dan Eropa dilarang pasalnya populasi sidat di sana jumlahnya sudah sangat memprihatinkan dan berharap hal ini tidak terjadi di Indonesia, karena dampaknya sangat luas.

"Oleh karena itu kami meminta agar pemerintah Indonesia melakukan manajemen budidaya sidat yang baik serta melakukan kontrol agar ke depannya spesis sidat yang ada di Indonesia tidak masuk dalam daftar Cites" katanya di sela-sela acara Workshop on Regional Awareness Raising in Asia on ProspectiveSpecies Proposal to Cites Cop 18, Rabu (24/10/2018).

Lebih lanjut ia meminta pemerintah Indonesia  benar-benar memberikan perhatian dengan kelangsungan hidup sidat. Jika masuk dalam daftar hewan terancam punah CITES. Maka perdagangan Sidat dilarang dan otomasti segala aktivitas perdagangan sidat ilegal, dan itu merugikan banyak pihak.

"Jika masuk dalam daftar CITES. Maka tak ada pemasukan bagi Indonesia, masyarakat yang melakukan budidaya sidat, jadi perlu adanya timbal balik, perdagangan terus tetapi diiringi dengan kontrol dan manajemen yang baik agar kelangsungan hidup sidat terus terjaga"ujarnya.

Sementara itu pemerintah melalui Kepala Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) yang juga merupakan Chief SEAFDEC/IFRDMD, Arif Wibowo mengatakan Sidat menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia agar tidak masuk Redlist CITES.

"Perikanan sidat memberikan manfaat ekonomi yang nyata baik bagi pelaku usaha perikanan maupun perusahaan industri sidat. Untuk menghindari sidat dimasukkan dalam Cites list (pemanfaatan terbatas) maka  Indonesia memiliki rencana pengelolaan berkelanjutan terkait pemanfaatan sidat di Indonesia"jelasnya.

Lebih lanjut melalui workshop ini bertujuan untuk sharing data dan informasi populasi dan distribusi sidat di Indonesia, pembahasan tata kelola dan kebijakan pengelolaan ikan sidat dan diskusi tentang perdagangan supply chain dan pemanfaatan ikan sidat.

"BRPPUPP dan SEAFDEC/IFRDMD berkontribusi dalam pengumpulan data dan informasi, penentuan lokasi konservasi spesies ikan sidat dan perubahan habitat (design fish passage yang sesuai dengan sidat). Kegiatan BRPPUPP dan SEAFDEC/IFRDMD akan terintegrasi dengan kampanye nasional untuk konservasi ikan sidat di Indonesia menghasilkan rencana pengelolaan sidat Indonesia"tutupnya.

Dalam workshop ini juga hadir sejumlah pakar di bidang lingkungan dan perikanan baik dari dalam dan luar negeri, diantaranya Mr. Firdaus (MMAF), Ms. Stephanie Sargeant (Senior Lecturer in Marine Enviromental Sciences, University of West England, Mr. Daniel Kaschelroess (CITES Secretariat), dll.

 

Sumber :
http://sumsel.tribunnews.com/2018/10/24/bernilai-ekonomi-tinggi-ini-upaya-pemerintah-agar-sidat-tak-masuk-redlist-cites.

Editor : Muhamad Edward